Jumat, 14 Oktober 2016

KITA PASTI KE SANA


Hidup manusia di dunia hanyalah sementara, pada akhirnya setiap manusia akan menemui kematian meninggalkan segala-galanya di dunia ini. Pertanyaannya, kemanakah manusia setelah mati?.

Kematian adalah akhir kehidupan manusia di alam dunia namun merupakan awal dari babak baru kehidupan manusia melanjutkan pejalanannya  di alam berikutnya yaitu alam kubur, lalu alam mahsyar dan terakhir di alam akherat.

Kehidupan manusia kelak di alam setelah alam dunia sangatlah berbeda. Kalau di dunia ini manusia terlahir sebagai seorang bayi yang tidak bisa apa apa selain menangis sambil meronta-ronta. Lalu tumbuh menjadi seroang anak yang mulai bisa memahami sesuatu, lalu menjadi remaja, sekolah lalu kuliah, bekerja, berumah tangga dan beranak pinak, menjadi tua, sakit-sakitan, menjadi pikun dan pada akhirnya mati. Di alam berikutnya nanti manusia tidak akan mengalami itu semua, lalu apa yang dilakukan manusia nanti?.Bagaimanakah perjalanan manusia berikutnya?

Alam Kubur, dialam kubur ini semua manusia sejak zaman Nabi adam (manusia pertama) sampai manusia  yang terakhir mati menunggu datangnya hari kiamat (hancurnya alam semesta),menunggu dalam hitungan waktu yang sangat panjang. Dialam kubur ini ada dua tempat dimana manusia menunggu, pertama ada  tempat yang namanya ‘ala ‘illiyyin yaitu sebuah tempat yang tenang aman dan nyaman, tempat ini adalah ruang tunggu yang disediakan bagi manusia manusia yang ketika hidupnya didunia dia  berjalan diatas kebenaran, mereka mendayagunakan potensi akalnya dan mereka beriman kepada  Allah dan melaksanakan apa yang Allah inginkan meskipun itu bertentangan dengan hawa nafsu mereka. Kedua, tempat ini disebut dengan asfala safilin, sebuah tempat menunggu yang sangat teramat tidak nyaman, penuh dengan penderitaan dan kesedihan serta ratapan  penyesalan yang tiada artinya lagi. Asfala safilinin ditempati oleh manusia-manusia yang semasa hidupnya didunia keluar dari kebenaran dan fitrahnya sebagai hamba Allah, mereka yang hidupnya jauh dari petunjuk Allah sehingga berperilaku seperti binatang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya dengan mengabaikan akal sehatnya, maka mereka menempati tempat ini hingga datangnya hari kiamat.

Alam mahsyar, dialam ini seluruh manusia melakukan pejalanan yang sangat panjang dengan kondisi pejalanan yang sangat berat. Bayangkan, dialam mahsyar ini matahari ada 7 dengan jarak sejengkal diatas kepala,,manusia merasakan panas yang tidak dapat dibayangkan dengan kata-kata, lalu manusia tenggelam dalam lautan peluh mereka sendiri. Dengan bebondong-bondong Manusia dialam mahsyar ini menempuh perjalanan diliputi kebingungan, ketakutan, kehausan, kelaparan dan sangat mengharapkan ada yang bisa menolong mereka terlepas dari penderitaannya. Hanya golongan manusia  yang semasa hidupnya di dunia berjalan diatas kebenaran yang Allah wahyukan  dalam Kitabnyalah yang akan mendapatkan pertolongan berupa syafaat Nabi Muhammad SAW. Sementara manusia yang hidup didunianya tersesat maka tetaplah mereka dalam penderitaan tanpa ada yang menolong mereka. Di Alam Mahsyar ini pun manusia akan menerima kitab Amalan hidupnya, ditimbang amal baik dan buruknya,  lalu diadili untuk mempetanggungjawabkan semuanya, semua rentetan kejadian dialam mahsyar ini adalah rangkaian moment yang membuat semua manusia diliputi kekhawatiran yang sangat  besar  tentang bagaimana nasib mereka pada akhirnya. Sungguh Alam yang sangat menakutkan.


Yang terakhir Alam akherat, Alam akherat merupakan alam dimana manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya didunia. Segala pebuatan manusia didunia akan mendapat balasan, baik perbuatan yang benar maupun perbuatan yang salah, baik pebuatan yang kecil maupun yang besar semuanya akan dimintai pertanggungjawaban dan akan mendapatkan balasan yang setimpal. Bila manusia hidup didunia ini dijalani dengan cara yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh Allah yaitu mengabdi kepada Allah, mengikuti petunjuk yang Allah turunkan yaitu Al-Quran dan mengikuti contoh yang Allah turunkan yaitu para rosul, maka Manusia akan mendapatkan balasan berupa kebahagian dan keridhaan Allah yaitu Surga. Dengan kata lain manusia yang hidupnya benar maka akan mendapatkan keselamatan di akherat. Sebaliknya apabila hidup manusia di dunia tidak sesuai dengan tujuan dia diciptakan, tidak mengikuti petunjuk Allah yang dibawa rosul maka manusia akan mendapatkan kemurkaan Allah dan diberi hukuman yang berat, dengan kata lain manusia yang hidup di dunianya menempuh jalan yang salah maka akan celaka di akherat.

Meyakini Adanya kehidupan setelah dunia ini yaitu alam akherat adalah salah satu rukun Iman, maka manusia yang mengaku beriman kepada Allah wajib pula meyakini adanya akherat. Bahkan sesungguhnya sekalipun manusia tidak meyakini adanya akherat tetap saja dia akan memasuki alam akherat dan mengalami pertanggungjawaban dan mendapatkan balasannya.

Kehidupan di Alam akherat adalah suatu kepastian, Oleh karena itu, marilah kita gunakan hidup kita di dunia ini untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akherat. Nasib kita di akherat nanti sangat ditentukan oleh bagaimana kita menjalani hidup di dunia ini. Jangan sia-siakan hidup kita di dunia ini, manfaatkan sebaik mungkin dengan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan yaitu melakukan apa-apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya. Itulah cara yang benar untuk mempersiapkan diri untuk mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan di akherat nanti.

Bagaimanakah kondisi manusia yang celaka di akherat? Bagi mereka di sediakan sebuah tempat yang namanya Neraka. Di neraka itu manusia menjadi makhluk yang paling menderita, mereka merasa lapar dan haus yang teramat sangat, lalu mereka tidak bisa memakan dan minum kecuali makanan yang yang berduri dan minuman berupa air nanah bercampur darah yang mendidih. Setiap detik yang mereka lewati adalah saat – saat yang diliputi kepanasan tak terkira, saking panasnya badan mereka hancur sehancurnya, lalu terbantuk lagi, terbakar lagi dan hancur lagi. Demikianlah itu teus tejadi dalam waktu yang sangat lama, satu hari di akherat sama dengan seribu tahun di dunia, maka alangkah menderitanya manusia yang hidup didunianya salah sehingga diakherat mendapat balasan berupa neraka.

Gambaran siksaan di Neraka dalam Al-Quran :
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).(4:10)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab (4:56)

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang dzalim.
(7:41)

pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu".
(9:35)

Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,(14:50)

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
(18:29)
Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): "Rasailah adzab yang membakar ini"(22:22)


Bagaimanakah kondisi manusia yangmendapatkan keselamatan di akherat? Bagi manusia yang berhasil mempertanggungjawabkan maka Allah akan membalas mereka dengan diberikan hadiah berupa tempat tinggal yang penuh dengan segala fasilitas kenikmatan, itulah surga dan mereka tinggal di sana untuk selama-lamanya. Mereka yang tinggal dalam surga bisa menikmati aneka makanan dan minuman yang kenikmatannya tidak pernah dirasakan didunia, Istana yang megah dan Indah, paa pelayan yang selalu siap melayani sepenuh hati, sungai-sungai yang mengalir, taman-taman bunga yang indah, Bidadari yang cantik dan berbagai kenikmatan yang lainnya yang sangat banyak. Selain Segala kenikmatan tersebut, ada lagi kenikmatan yang merupakan puncak dari segala kenikmatan di surga yaitu Bertemu dengan Allah, menatap wajah Allah, itulah kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang sesungguhnya.


Gambaran kenikmatan di surga dalam Al-Quran :

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (2:25)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).(15:45)

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat-istirahat yang indah; (18:31)

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang.
(19:62)

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh ke dalam surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. (22:23)
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.(36:55-58)

Demikianlah sebagian gambaran kondisi manusia yang selamat di akherat.






Jumat, 07 Oktober 2016

THERE ARE NO ANY REASON TO REJECTING OF YOU

YOU ARE THE TRUTH

YOU ARE THE ABSOLUTELY RIGHT

THERE ARE NO OTHERS

YOU ARE THE ONE

YOU DONT HAVE ANY WEAKNESS

YOU DONT HAVE ANY MISTAKES

YOU DONT HAVE ANY BADNESS

THE HUMAN BEING

THE NATURE

THE ANIMALS

THE PLANETS

THE SKY

EVERY THINGS

IS YOUR CREATION

THANK YOU

GUIDING US TO YOU

WITH YOUR GUIDANCE

WE CAN ARRIVE

TO THE RIGHT PLACE

AND WE CAN SEE YOUR BEAUTIFUL FACE



WE ARE NOT THE PRODUCT IMITATION

Imperfect humanity of man on this earth is when there are instructions to guide him to the right path, because without a clue, man becomes more astray than animals. Al-Quran is a guide that tells where the supposed "man step" directed. This is why God's wisdom  Al-Quran mentions the former more than the creation of Insan in Surat Ar-Rahman.

Humans may find the truth by his wits, but the reason is not a safe guide who is always right show the way. Human reason could be wrong, while the Al-Quran will never be wrong. There is therefore no reason at all for a Muslim to simply think that sense is everything, what is not perfectly reasonable is not there. Because humans have an idea, and because the human mind is different, then there is a difference, one stating "this is right", another says "this is wrong". Finally, what happens is made middle way by saying "truth is relative", which says that "the Creator there is no" legal, who says the opposite is also legal because "truth is relative". Those who have not "grown up thinking" may receive, but shortly after they mature thinking, sense of their own who will reject it, God willing.

Humans may also find the truth with his heart, but this is not a safe guide who always show the right way. The human heart nature erratic and not always to the certainty of the ultimate truth. Example, you try to ask 10 people, if a man steals imposed a punishment of one of the main cut off her hand, what she thought? So some of them must be agreed and refused with reasons for each. Some do not agree with the reasons of pity, compassion, humanity. On the other hand there must be agreed with the reasons for his hatred with cases of theft or considered detrimental. Then I ask you, Who is right? Then you and so many other readers will certainly still different opinions. Why is that? For reasons neither of them leads us to the ultimate truth.

So how should it be achieved human principles of truth? What steps should a person find and define the truth? In this context, the true believer is a way of thinking does not just stop at the conclusion of his wits, why? Because God has created a device to find the "truth". Include humans are born with this device, we should be grateful for what God has created in us, and one of our gratitude to Him for the blessings He has given this device is using and working as soon as possible. The devices are reasonable, careful and revelation.

If the reason may be one in thought, if your heart / conscience may be closed lust, then, they are less secure way to get to the truth. Then, a revelation / Shari'a is the only safe way to get to the truth, because it is God who created it. Therefore, even if combined with reason and conscience, still not quite able to detect when the revelation of truth are not included. Revelation is God who is able to deliver us to the absolute and ultimate truth.

Another thing we must remember is that the real form of the revelation of God today is the Qur'an. Thus, the Koran becomes an absolute condition and guidelines must for every person who wants to correct himself and search for the ultimate truth, not the truth pseudo-fracture easily defeated by logic, reality, and the end of human (read: death).

Most true God and all of His Word:
And if the truth is to the wishes / desires them, verily the heavens and the earth, and all that is in it. In fact we have warned them, but they turn away from it "(Q.S .. Al-Muminun: 71)


The truth is from your Lord, so never be among those who doubt "(Q.S. Al-Baqarah: 147)

Book (the Quran) is no doubt, a guidance for those who fear Allah "(Al-Baqarah Q.S.: 2)

Obviously we understand that the Qur'an is the only viable clue guiding us as humans to think, act, and act. It is very clear as well, we were created by God, like the product then it kemestiannya using the instructions from the creator / author. Why not, the Quran is a book composed of complete and perfect guidance of man, the universe and everything in it. Guiding the steps of people from different fields, regulate human affairs from life to death, contains the history of human civilization lessons from age to age. It has been very many studies in this modern age that examines the truth of revelation of God's instructions, ranging from the fields of science and technology, social, biology, law, astronomy, etc. Everything has given Cap that 80% of the contents of the Qur'an is TRUE, the remaining 20% ​​can not be proved / has not been fully tested as yet insufficient technological capabilities and their reason for reaching the test, and also because it deals with the afterlife and ayat- mutashabihat paragraph. This is the nature of living a true guide, in addition to Noble and Noble, also are logical, scientific and original. And if you see and understand the depth of its content from beginning to end, you will see the wonder that rattled the potential of reason and conscience.

Another reason men do not choose Qur'an so his instructions are because they do not believe in the Qur'an. Faith was believed by the liver, is spoken by oral, made by deed. They do not believe that means free, meaning they do not utter silence, they have not done it means silence.

Then why until there doubts? They may hesitate because not yet fully know. Sense they still do not understand what the function of the Koran, their hearts are still unfamiliar accept the Koran-it-as Hudalinnas, verbally they are still tied and embarrassed to say the Quran guide me, their deeds are still reluctant to step in the truth Al-Qur'an. So that they draw near to the Koran so that they can also feel the sweetness of faith.

For all of us who are still establishing themselves, choose indication of where to set, be sure to road live according to the truth of divine revelation. Let us not lower ourselves to her "KW-ing" yourself with the instructions of life apart from God. Make yourself valuable and precious to their faith in God with the basics of the instructions, namely Al-Quranul Kaarim. May we all define God as people continue to honor the Koran as internal networks in our lives. Aamiin.

Selasa, 12 April 2016

Humans Invented not for Play

Humans Invented not for Play

Three Fundamental Questions:

  1. Who am I?

Same with Animals
Same with Plants
Same with the Land
Same With Air
Same with Sky
Same with the Sun.
Same with the Air
I am a creature was called HUMAN BEINGS.

There are creature called the Beast
There are creature called Plant
There are creature called the Land
There are creatures called Air
There are creatures called Sky
There are creatures called the Sun.


CREATURES means something created by the CREATOR.If i was not created n then I would not exist.

2. Where am I?
Currently I'm in a Nature called NATURAL WORLD.
World Natural is one of nature among the many other nature. Going to do in this world? Want to implement what the Creator set for me.

23: 115. Did you suppose that We created you for messing around (only), and that you would not return to Us?
So it turns out Man was created not to mess around. Human wascreated with serious purpose, great, important, not a superficial matter, whether the goal:

51: 56. And I did not create the jinn and mankind except that they may serve Me

It is clear I am currently exist in the natural world to serve the One Who created He AL KHALIQ

3.where will you going?

23: 115. Did you suppose that We created you for messing around (only), and that you would not return to Us?

Clearly too, someday I will definitely return to Khaliq to report and account for a certain time so that AGE in the World, it has been or is not in accordance with His will.

When later returned to Al Khaliq people were divided into two groups, namely the Group of Minority and Majority Group.

The majority of the group is a group suffering in Hell.
Minorities are groups that happy in heaven.

7: 179. And verily We made for (the content of hell) most of the jinn and humans, they have hearts, but failed to use to understand (the verses of Allah), and they have eyes (but) he used not to see (the signs power of God), and they have ears (but) did not he used to hear (the verses of Allah). They are like cattle, nay even more astray again. They are the ones who are negligent.

Kamis, 31 Maret 2016

The Purpose Of Human Creation

In The Quran Chapter 51 Number 56 Allah SWT  Says:

"We Do Not Create the Human Except to Serving of  Me"

This Point tell us about the purpose of human creation. So That as a human we have to determine the  purpose of our life to serving of  God (Allah SWT). In this point there are a statement that there are no the others purpose. The purpose of human creation  is only one thing,just one,,,to serving of God,,,become the God servant.






Selasa, 24 November 2015

Human vs animal

The humans and the animals have similarities and differences. The equality between man and animal is equally a creature that has body, intellect and passion. But of course the Human's Body is different from the animal's body, the human mind is different with a sense of animals, humans are also different Lust with animal lust.
Human's intellect is called the gharizi mind while the animal intellect is called  tobi'i mind. By Gharizi mind humans able to discriminating think what is right and wrong, which are beneficial and which are harmful, which are good and which are bad. Tobi'i mind is intellect that is able to remember habits, tobi'i mind not able to distinguish right from wrong thinking, unable to comprehend, is unable to analyze and unable to innovate.
Lust of man and animals is essentially the same. Humans have a lust to eat, the animals are the same. Humans have lust in the opposite sex  the animals are the same, humans got angry animal lust is the same. The Differences of human lust and animal is lust humanl can be controlled while the lut of animals can not be controlled. What humans control their lusts by? That is the reason gharizi has. Animals can not control his lust because it has no gharizi mind.

Senin, 23 November 2015

PERFECT HUMAN BEINGS


Man is a perfect creature. Human perfection can be seen from the shape of the physical body in such a way to have a design that is perfect, perfect in size, perfect in functions, also perfect in appearance that is aesthetically so beautiful and charming. The next human perfection is to have a sense that serves to distinguish right from wrong thinking, distinguish between profit and loss, to distinguish good and bad. By mind human can understand everything, able to count,  to analyze, to imagine and to innovate. The next human perfection is the lust that serves to feel comfortable and uncomfortable, pleasant and unpleasant. In other words, human perfection is because humans have a Body, Thoughts and Feelings.